Breaking News
- Evaluasi Natal 2025 dan Pembentukan Panitia Natal 2026 Jemaat Anugerah Winapma
- Perayaan Ibadah Tutup Kunci Tahun 2025 dan Menyongsong Tahun Baru 2026 Klasis Balim Utara
- Ibadah Natal Biro Pemuda Pemudi Klasis Balim Utara Menjadi Titik Awal Kebangkitan Pelayanan Tuhan Tahun 2026
- Penyaluran Dana Sembako, PKH dan Kesra, di Tiga Distrik Usilimo Kurulu Wadangku Diempatkan Distribusi di Usilimo
- Kulit Sehat Jadi Investasi Masa Depan Bersama Naba Aesthetic Clinic Tangerang
- Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK, Wilson Lalengke: Banyak Menteri Prabowo Bermasalah
- Penyerahan Bantuan Dana 100 Juta dari Pemerintah Kabupaten Yalimo Guna Pembagunan Kantor Klasis Balim Utara
- Catatan Kecil dari Sulut: Dihadiri Sejumlah Jenderal, Ketum PPWI Lantik Pengurus PPWI Sulawesi Utara
- Hentikan Penahanan Ibu Menyusui! Polisi Jakarta Pusat Diduga Kuat Langgar Konstitusi
- Menjadi Anak yang Taat dan Orang Tua yang Bijak dalam Terang Firman
Hutan Hujan Tropis Indonesia
Random Video
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
